Lampung Selatan – Program Studi Teknik Informatika menunjukkan dinamika menarik dalam beberapa tahun terakhir: jumlah peminat terus meningkat, sementara daya tampung total cenderung menurun. Berdasarkan data daya tampung 2022–2026, total kursi tercatat 260 pada 2022, turun menjadi 234 pada 2023, stabil di 220 pada 2024 dan 2025, lalu kembali turun menjadi 211 pada 2026. Penurunan kapasitas ini menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat persaingan masuk, terutama ketika minat pendaftar ikut bergerak naik.
Dari sisi komposisi kuota jalur masuk, tahun 2026 menampilkan perubahan dibanding 2025. Kuota SNBP naik dari 66 menjadi 74 kursi, sementara kuota SNBT turun dari 143 menjadi 126 kursi, dan kuota mandiri tetap 11 kursi. Sebagai perbandingan, pada 2023 kuota SNBP dan SNBT masing-masing 94 kursi dengan mandiri 47 kursi, sedangkan pada 2022 kuota SNBP dan SNBT sama-sama 117 kursi dengan mandiri 26 kursi. Secara keseluruhan, walaupun ada kenaikan kuota SNBP pada 2026, total daya tampung tetap lebih rendah dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Tren meningkatnya peminat terlihat jelas pada data pendaftar. Untuk jalur SNBP, peminat naik dari 758 (2023) menjadi 805 (2024) dan kembali meningkat menjadi 918 (2025). Pada jalur SNBT, peminat juga meningkat dari 961 (2024) menjadi 1.195 (2025). Dengan peminat yang tumbuh dan daya tampung yang menurun, persaingan masuk Teknik Informatika secara umum berpotensi semakin ketat. Gambaran kepadatan persaingan dapat dilihat dari rasio peminat per kursi. Pada SNBP, rasio meningkat dari sekitar 8 peminat per kursi (2023) menjadi 12 (2024) dan 14 (2025). Pada SNBT, rasio naik dari sekitar 7 (2024) menjadi 8 (2025).
Berdasarkan tren SNBP 2023–2025, prediksi pendaftar SNBP 2026 diperkirakan berada di kisaran 987–1.010 orang (mendekati 1.000 pendaftar). Jika proyeksi ini terjadi, dengan kuota SNBP 2026 sebanyak 74 kursi, tingkat persaingan SNBP diperkirakan berada di sekitar 13–14 peminat per kursi, sehingga selektivitas masih berpotensi tinggi meskipun kuota SNBP meningkat.
Bagi calon pendaftar, kondisi persaingan yang ketat bukan berarti peluang tertutup. Tetap semangat dan jangan pantang menyerah, persiapkan diri sebaik mungkin, pahami jalur seleksi yang dipilih, dan susun strategi yang realistis (mulai dari memperkuat prestasi/portofolio akademik untuk SNBP hingga latihan intensif dan evaluasi berkala untuk SNBT). Konsistensi dan kesiapan sering kali menjadi pembeda utama ketika jumlah peminat meningkat dan kursi yang tersedia terbatas.





